
Prediabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk memenuhi ambang batas diagnosis diabetes tipe 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan tubuh untuk mengelola glukosa terganggu akibat resistensi insulin; suatu keadaan di mana sel-sel tubuh kita tidak lagi secara efektif merespons insulin; hormon yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan glukosa dari aliran darah.
Dalam istilah medis, prediabetes didiagnosis dalam dua kesempatan terpisah:
Jika tidak ditangani, prediabetes dapat dengan mudah berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang membawa lebih banyak risiko terhadap serangan jantung dan stroke. Sama dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kondisi ini sering kali bersifat "diam" dan tanpa gejala. Hal ini membuat skrining rutin menjadi sangat krusial untuk deteksi dini dan intervensi lanjutan, terutama bagi individu dengan beberapa faktor risiko, seperti obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes, diabetes gestasional, gaya hidup kurang gerak, atau sindrom metabolik.
Dr. Dinesh Mahendran telah berpengalaman dalam menangani kondisi prediabetes pada pasien-pasiennya. Langkah yang paling penting adalah menyadari apa itu prediabetes, risiko yang menyertainya, dan apa yang perlu dilakukan. Dengan perubahan gaya hidup yang tepat waktu untuk mengurangi asupan energi dan meningkatkan pengeluaran energi melalui diet yang lebih baik, peningkatan aktivitas fisik dan massa otot, serta penurunan berat badan, Anda dapat memulihkan regulasi glukosa normal dan mencegah perkembangan menuju diabetes. Jika langkah-langkah ini gagal, pengobatan medis (farmakoterapi) mungkin diperlukan.

Prediabetes merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Singapura, yang memengaruhi sebagian besar penduduk dewasa. Hingga 2017, sekitar 430.000 warga Singapura berusia 18-69 tahun, kira-kira 14% dari kelompok usia ini, diperkirakan menderita prediabetes. Proyeksi menunjukkan bahwa pada 2035, prevalensi prediabetes di antara penduduk Singapura berusia 21 tahun ke atas dapat meningkat hingga hampir 25%.
Hal yang memprihatinkan adalah sejumlah besar individu dengan prediabetes tidak menyadari kondisi mereka. Sebuah survei pada 2024 mengungkapkan bahwa hampir 40% peserta skrining kesehatan menderita prediabetes. Namun, hampir 70% dari mereka yakin bahwa mereka tidak menderita diabetes. Kurangnya kesadaran ini menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi pasien untuk deteksi dan intervensi dini.
Tanpa perubahan gaya hidup yang tepat, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Studi menunjukkan bahwa setidaknya 35% individu dengan prediabetes di Singapura dapat terkena diabetes tipe 2 dalam waktu 8 tahun jika tidak ada langkah pencegahan yang diambil.
Di The Metabolic Clinic, kami menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan prediabetes secara proaktif. Melalui skrining yang menyeluruh dan rencana perawatan yang dipersonalisasi, kami bertujuan untuk membantu individu memulihkan kondisi prediabetes, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, serta pada akhirnya mencegah munculnya diabetes tipe 2.

Prediabetes dapat berkembang ketika kemampuan tubuh untuk mengolah gula darah terganggu, sehingga mengakibatkan kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh merespons insulin (resistensi insulin) yang disertai dengan kegagalan dalam meningkatkan produksi insulin guna mengatasi kondisi tersebut (gangguan sekresi insulin). Keduanya merupakan proses utama yang terlibat adalah resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin.
Prediabetes biasanya berkembang tanpa gejala kasat mata. Karenanya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. Prediabetes sering kali baru terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin atau tes darah.
Prediabetes sering kali tetap tidak terdeteksi hingga akhirnya berkembang menjadi diabetes dan mulai menunjukkan gejala. Itulah sebabnya, skrining dini sangat krusial, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko yang diketahui.
Prediabetes merupakan masalah kesehatan yang kian mengkhawatirkan di Singapura, dan sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang nampak. Menyadari siapa saja yang berisiko sangatlah krusial untuk deteksi dini dan pencegahan.

Prediabetes lebih dari sekadar tanda peringatan. Ini adalah kondisi ketidakseimbangan metabolik yang secara diam-diam dapat merusak tubuh seiring waktu jika tidak ditangani. Meskipun belum berkembang menjadi diabetes tipe 2, masalah mendasar berupa resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah dapat memicu berbagai komplikasi yang memengaruhi banyak organ dan sistem tubuh. Dokter spesialis endokrin, Dr. Dinesh Mahendran, menerbitkan sebuah studi di Australia mengenai efek kardiovaskular dari prediabetes, yang menunjukkan bahwa pasien jantung yang dirawat di rumah sakit memiliki prevalensi prediabetes yang tinggi, dan mereka yang menderita prediabetes menghadapi risiko lebih besar terhadap kondisi kardiovaskular yang buruk [1].
Dr. Dinesh berkomentar bahwa efek negatif dari kadar gula darah yang tinggi tidak muncul secara "ajaib" saat mencapai angka tertentu (misalnya saat baru didiagnosis diabetes). Efek negatifnya sudah dimulai sejak tahap prediabetes dan terus memburuk seiring dengan perkembangan kondisi tersebut, hingga akhirnya menjadi diabetes, yang merupakan risiko tertinggi prediabetes.

Ya, prediabetes sering kali dapat dipulihkan dengan perubahan gaya hidup yang tepat dan dukungan medis. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang mungkin memerlukan perawatan seumur hidup, prediabetes adalah tahap di mana tubuh Anda masih mampu mengembalikan kontrol gula darah yang sehat. Namun, hal ini hanya bisa terjadi jika tindakan diambil sedini mungkin.
Berikut adalah cara agar Anda dapat memulihkan prediabetes dan mengurangi risiko komplikasi di masa depan:
Prediabetes didiagnosis melalui tes darah sederhana yang mengukur bagaimana tubuh Anda memproses glukosa. Tes-tes ini membantu mengidentifikasi apakah kadar gula darah Anda meningkat dan melebihi kisaran normal, tetapi belum cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 2.
Tes-tes ini mungkin akan disarankan selama pemeriksaan rutin, terutama jika Anda memiliki faktor risiko, seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga dengan diabetes, atau tekanan darah tinggi. Karena prediabetes sering kali muncul tanpa gejala, cek kesehatan adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini. Dr. Dinesh juga dapat membantu pasien yang memiliki hasil yang tidak selaras (misalnya, glukosa puasa normal, tetapi hasil tes toleransi glukosa tidak normal).
Bahkan dengan intervensi gaya hidup, terkadang sulit bagi individu untuk pulih dari kondisi prediabetes. Bagi individu yang tidak mampu mencapai target glikemik hanya melalui modifikasi gaya hidup, atau yang memiliki faktor risiko tambahan, terapi obat-obatan (farmakoterapi) dapat dipertimbangkan. Metformin adalah obat yang paling umum diresepkan untuk prediabetes di Singapura, terutama bagi mereka dengan BMI ≥ 23 kg/m², individu berusia di bawah 60 tahun, atau wanita dengan riwayat diabetes gestasional.
Metformin bekerja dengan cara mengurangi produksi glukosa oleh hati dan meningkatkan sensitivitas insulin. Obat ini terbukti membantu menurunkan risiko perkembangan menjadi diabetes tipe 2, terutama jika dikombinasikan dengan perbaikan gaya hidup.
Pemantauan kadar glukosa darah secara rutin sangat penting dalam mengelola prediabetes. Perangkat Pemantau Gula melangsung (Continuous Glucose Monitoring/CGM) menjadi semakin populer sebagai cara yang relatif non-invasif untuk memberikan wawasan secara langsung tentang bagaimana pilihan diet dan gaya hidup memengaruhi kadar gula darah.
Dengan mengamati tren glukosa, individu dapat membuat keputusan yang tepat mengenai perilaku kesehatan dan menyesuaikan rencana perawatan mereka.

Prediabetes adalah tanda peringatan dini yang krusial bahwa tubuh Anda sedang kesulitan mengatur gula darah. Namun, kondisi ini dapat dipulihkan dengan intervensi yang tepat. Di The Metabolic Clinic, kami menawarkan pendekatan komprehensif terhadap prediabetes. Perawatannya dimulai dari diagnosis akurat dan deteksi dini, hingga rencana perubahan gaya hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda, dukungan medis, serta pemantauan jangka panjang.
Tindakan dini sangatlah krusial. Jika Anda berisiko atau telah didiagnosis menderita prediabetes, tujuan kami adalah membantu Anda memegang kendali kesehatan, mengembalikan keseimbangan glukosa yang sehat, dan mencegah munculnya diabetes tipe 2. Jadwalkan konsultasi dengan kami untuk memulai perjalanan menuju kesehatan metabolik yang lebih baik.
Ya. Kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian. Keduanya merujuk pada kadar gula darah yang lebih tinggi dari batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 2.
Tidak. Dengan perubahan gaya hidup sejak dini, seperti pola makan sehat, olahraga rutin, dan pengelolaan berat badan, banyak orang dapat mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes atau bahkan memulihkan kondisi mereka.
Jika ada risiko, skrining biasanya direkomendasikan setiap 1-2 tahun, tergantung usia, berat badan, dan status kesehatan Anda secara keseluruhan.
Pada wanita, kondisi prediabetes, terutama jika dikaitkan dengan PCOS (sindrom ovarium polikistik), dapat memengaruhi ovulasi dan kesuburan. Mengelola gula darah dapat membantu meningkatkan kesehatan reproduksi.
Prediabetes adalah kondisi metabolik yang dapat dipulihkan (reversible), tetapi bisa dianggap kronis jika dibiarkan tanpa penanganan dan tidak menunjukkan perbaikan. Intervensi dini dapat menghentikan atau bahkan memulihkan perkembangannya.
Tidak selalu. Banyak orang memulainya dengan perubahan gaya hidup. Namun, dalam beberapa kasus, terutama jika Anda memiliki risiko tinggi untuk berkembang menjadi diabetes, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan, seperti metformin.
Prediabetes sering kali muncul bersamaan dengan kadar lipid (lemak darah) yang tidak normal, termasuk trigliserida tinggi dan HDL (kolesterol baik) rendah, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, banyak orang merasakan perbaikan dalam waktu 3-12 bulan. Namun, jangka waktu ini dapat bervariasi tergantung pada status kesehatan individu dan kedisiplinan dalam menjalankan rencana perawatannya.
Ya. Bahkan setelah berhasil memulihkan prediabetes, sangat penting untuk tetap menjaga kebiasaan sehat, karena kadar gula darah dapat naik kembali jika kebiasaan lama muncul lagi atau jika terjadi kenaikan berat badan.

MBBS (Hons), FRACP (Australia)
Dr. Dinesh lulus dengan predikat terpuji dari Monash University, Melbourne, pada 2009, dan menerima penghargaan Prince Henry's Prize in Surgery. Selama pelatihan endokrinologi di Melbourne, Dr. Dinesh memenangkan penghargaan registrar terbaik di Endocrine Society of Australia Clinical Weekend pada 2016, yang kemudian diikuti dengan keberhasilan beliau mendapatkan satu-satunya beasiswa fellowship Andrologi di Australia pada 2017. Sekembalinya ke Singapura, beliau menjabat sebagai pimpinan subspesialisasi untuk layanan adrenal, pituitari, dan tulang di Khoo Teck Puat Hospital serta mendirikan The Metabolic Clinic.
Sebagai pendidik yang berdedikasi, Dr. Dinesh menjabat sebagai Associate Programme Director untuk Endokrinologi di NHG, melatih calon-calon endokrinolog generasi berikutnya, dan menerima penghargaan NHG Teaching Award for Senior Doctors pada 2023. Sebagai seorang endokrinolog dengan kemahiran dalam bidang endokrinologi umum maupun subspesialisasi, beliau memiliki minat dalam bidang longevity (umur panjang) melalui peningkatan risiko kardiovaskular, metabolisme, kesehatan tulang, dan pencegahan penyusutan otot, yang bertujuan meningkatkan jumlah tahun hidup sehat seseorang.

Jika Anda merasa “tidak seperti biasanya” meskipun hasil tes normal, mengalami perubahan berat badan, kelelahan, atau gejala yang tidak dapat dijelaskan—saatnya untuk melihat lebih dalam.
Dapatkan kejelasan dan rencana yang disesuaikan dengan kondisi hormon dan kesehatan metabolik unik Anda.
Senin - Jumat
8:30 am to 5:30 pm
Sabtu
8:30 am – 12:30 pm
Minggu dan Libur Nasional: TUTUP
© 2026 The Metabolic Clinic. All Rights Reserved.